Selasa, 20 November 2012

Jangan????

  1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.
     
  2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
     
  3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
     
  4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan...
     
  5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, †âÞi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.
     
  6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
     
  7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.
     
  8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai,maka kamu akan dicintai.
     
  9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.
     
  10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah,maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
     
  11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.
     
  12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!
     
  13. Jangan menunggu untuk diberi, tetapi memberilah maka kamu akan diberi
     
  14. Jangan menunggu dihargai, tetapi hargailah orang lain maka kamu pasti akan dihargai
     
  15. Jangan menunggu dihormati orang lain, tetapi hormatilah orang lain maka kamu akan dihormati

Dan... Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan hal ini kepada semua orang yang anda kenal...
Sebagai motivasi...

Jika ada tambahan silahkan tulis di komentar... :)
Salam,

Sabtu, 10 November 2012

Betul Itu Tidak Selalu Benar


Sebenarnya saya sangat geram dengan keaadaan ini, keadaan yang saya rasakan sekaligus saya alami setiap hari. Yaa… ini boleh saya bilang soal keadaan saya di sekolah terutama persaingan di kelas.
Alhamdulilah saya dipertengahan semester ini mendapatkan peringkat pertama, tapi untuk akhir semester nanti bisa saya prediksi, untuk peringkat pertama lagi merupakan sebuah hal yang sangat mustahil  bagi saya. Mengapa saya katakan demikian?????? hehe.  Karena ada saingan saya, boleh saya bilang hampir mayoritasnya dia menggunakan cara-cara curang (sok nyontek), cccuuuuuihh….. Dan itu dilakukannya tiap hari, apa lagi kalau waktu ulangan, matak pigeuleuheun pan !!!!!! hehe.
Yang saya inginkan persaingan didalam kelas itu secara sehat browwww . . . . Tapi ternyata ini sama seperti yang saya alami waktu di kelas 10, waktu di kelas 10 Saya menyangka  kalau nanti di kelas 11 IPA itu akan seportif…  eh* ternyata sami mawon atuh kitu mah.
Biar supaya saya bisa menandinginya, apakah saya juga hartus melakukan cara curang????? Ckckck
Yaa . . . . saya tidak akan menodai prinsip hidup saya, biarlah nilai tidak tertinggi juga tetapi asalkan kualitasnya tinggi, tidak masalah bukan???
Memang sihhh . . . hasil dari jawabannya itu betul, tetapi betulnya itu dengan cara tidak benar.
SEMOGA YANG BERSANGKUTAN MEMBACA INI, DAN LANGSUNG MENDAPAT HIDAYAH SUPAYA SADAR. AMIIN . . .

Selasa, 06 November 2012

HIDUP

Terkadang aku terlena. Lupa pun hampir sering tak pernah ku pungkiri.
Ahhhhh..... Hidup ini sebenarnya mudah, tetapi kitalah yang mempersulitnya.
Soal masalah memang wajar dan sangat perlu, supaya derajat kita bisa lebih baik lagi. Ketika kegagalan datang menghampiri, keputus asaanpun ikut mengikutinya.
Dunia ini panggung sandiwara???? Memang benar. Didalamnya terdapat lakon-lakon yang omong kosong, yang jauh dari yang diperkirakan.
Gerombolan bangsat-bangsat memainkan perannya, demi nafsu dunia.

Hidup..
Di dalamnya terdapat berbagai macam tantangan juga ada macam pilihan.
Selamat menikmati.!!!

Puisi Nashir I-Khusran

Pandanglah dirimuu sendiri
Kau sesungguhnya luhur
Renungkanlah, coba pikirkan dari mana datangmu
Dan mengapa engkau dalam penjara ini sekarang
Jadilah penantang berhala bagai Ibrahim yang berani
Ada maksud engkau dicipta berupa itu
Sungguh malu andai kauterlantakan maksud penciptamu...

Minggu, 04 November 2012

Dangdut Is The Music Of My Country

Sebagai warga negara yang baik, yaaa pastinya donk saya akan mencintai produk-produk Indonesia, tak terkecuali dalam hal musik.
Dangdutlah yang saya sukai, mungkin ini bawaan gen dari Ibu saya, hahahaaaaaaa.
Semua jenis musik memang saya menyukainya, tetapi yang paling saya favoritkan adalah dangdut terutama lagu-lagunya Bang Haji. Dan dari sekian banyak lagunya yang paling saya sukai adalah yang Gelandangan, yang seperti ini nih:

Kering sudah rasanya air mataku
Terlalu banyak sudah yang tertumpah
Menangis meratapi buruk nasibku
Nasib buruk seorang tunawisma

Langit sebagai atap rumahku
Dan bumi sebagai lantainya
Hidupku menyusuri jalan
Sisa orang yang aku makan

Langit sebagai atap rumahku
Dan bumi sebagai lantainya
Hidupku menyusuri jalan
Sisa orang yang aku makan
Jembatan menjadi tempat perlindungan
Dari terik matahari dan hujan
Begitulah nasib yang aku alami
Entah sampai kapan hidup begini

Hm-hm-hm-hm-hm-hm-hm hm-hm-hm

Nah itulah coba saja kalian memahami liriknya pasti bakalan menyentuh.

Suara Untuk Wakil Rakyat



Kali ini saya akan bicara mengenai sebuah hal yang lumrah bagi saya dan sampai saat sekarangpun ini adalah masalah terbesar tanah air ini, semoga para pejabat pejabat pejabat pejabat............. membaca ini.
Bagaimanapun juga saya berhak bersuara mengenai masalah ini.

Kepada para para para para... yang sedang duduk di kursi yang sangat empuk, cobalah kalian sadar tidak akan selamanya seperti itu, dunia pasti berputar men.!!!!!!!!

Mana janji yang telah engkau katakan. Apa engkau anggap semua itu hanya butiran debu????????? Padahal janji itulah yang kami harapkan dari anda-anda itu.
hmmmmmm. Memang boleh dibilang saya ini adalah bocah kemarin sore, hehe.
Sebagai rakyat saya merasa tertindas sampai tercabik-cabik dengan desas-desus yang anda keluarkan padahal sesungguhnya itu adalah sebuah formalitas bukan?????????????
Apakah rakyat menjadi sejahtra itu hanyalah sebuah bunga tidur, yang sangat tabu dan tidak akan pernah menjadi sebuah hal yang konkrit.

 Sekarang kami entah harus percaya sama siapa lagi, kepercayan kami sudah hilang. Kami sudah bosan dengan keadan seperti ini terus.